Game

Arti simbol murai dalam budaya Cina

[ad_1]

Dalam budaya Cina, murai adalah simbol keberuntungan. Lagu murai memprediksi keberuntungan dan kebahagiaan. Itulah sebabnya orang Cina menyebutnya “Happy Elster”. Minoritas Manchu di Cina utara bahkan menganggap burung ini sebagai hewan suci. Murai dalam bahasa Cina disebut ‘xi que’ dan karakter ‘xi’ berarti keberuntungan. Dua burung gagak yang saling berhadapan melambangkan kebahagiaan ganda.

Legenda tentang burung gagak juga dapat ditemukan dalam catatan sejarah Manchu. Suatu hari, ketika dewi langit Fokulon sedang bermain dengan dua saudara perempuannya di tepi danau, seekor murai yang cantik dengan buah merah di mulutnya terbang di atas mereka. Burung itu menjatuhkan buahnya dan Fokulon mengambilnya dan memakannya. Beberapa bulan kemudian dia melahirkan seorang anak laki-laki (Bukulirongshun) dan dia adalah nenek moyang dari minoritas Manchu.

Keturunan Bukulirongshun dan dirinya sendiri adalah pejuang yang pemberani dan terampil. Mereka dipandang sebagai ancaman potensial oleh suku-suku tetangga. Mereka memutuskan untuk membentuk aliansi dan melenyapkan suku yang muncul. Seorang anak laki-laki beruntung bernama Fancha lolos dari pembantaian dan terus berlari sampai senja tiba. Bocah kecil ini hampir tertangkap ketika seekor murai menyala di kepalanya. Untungnya, para pemburu mengira itu batang pohon ketika Fancha berdiri tak bergerak di lapangan remang-remang dan para pemburu melanjutkan ke arah yang berbeda. Bocah itu diselamatkan oleh murai dan dia adalah satu-satunya yang selamat dari suku itu dalam genosida.

Bocah laki-laki itu sangat berterima kasih kepada burung yang memberinya keberuntungan dan kebahagiaan. Karena itu, Manchu melihat burung itu sebagai simbol keberuntungan dan keberuntungan. Seorang pria Manchu menjadi kaisar Cina pada tahun 1644 dan mendirikan Dinasti Qing (1644-1911).

[ad_2]

Source

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button